FANDOM


Character Info
Edwin2
Kazuya Miyuki © Diamond no Ace

Place and Date of Birth

Amsterdam, Netherlands, January 30 1974

Blood status

Muggleborn

Gender

Male

Residence

London, England

Body Height and Weight

160 cm / 50 kg

Blood Type

O

Hair color

Brown

Eye color

Brown

Wand

Rowan, 13 inches, dragon pulse and tail thorns Hungary core

House

Gryffindor

Edwin Schuyler (atau yang biasa dipanggil Wiwin oleh teman-temannya) adalah penyihir kelahiran-muggle yang bersekolah di Hogwarts angkatan 1985. Anak tunggal dari pasangan Stijn Schuyler dan Rabhellia Cromwell. Blasteran Belanda dari Ayahnya dan Inggris dari Ibunya.

BiographyEdit

Early Life 

Edwin lahir dan besar (juga tinggal) di Amsterdam, Belanda selama 9 tahun. Tinggal di sana karena tempat usaha Ayahnya berawal di Belanda sekaligus kampung kelahiran bapaknya. Barulah di umurnya yang ke-9 tahun, Edwin sekeluarga pindah ke London dimana kampung kelahiran Ibunya sekaligus melebarkan sayap usaha bapaknya dengan membuka cabang di London, Inggris. Sempat sekolah muggle di Belanda lalu pindah ke sekolah muggle di Inggris yang dekat dengan rumahnya.

Terlahir dari kalangan yang berada di dunia muggle, sebenarnya. Hanya saja, karena sikap dan tingkah lakunya yang seperti orang sederhana yang tampangnya melas yang sering membuat iba teman-temannya hingga sering ditraktirin (karena Ibunya sangat teliti dalam keuangan keluarga dan membatasi uang jajan untuk Edwin), jadi seolah-olah ia adalah anak kalangan bawah, padahal tidak begitu.

Current TimelineEdit

[1985-1986]Edit

Summer

  • Sebelum berburu peralatan sekolah, ia mengisi tenaga dahulu di Leaky Cauldron dan datanglah Annelise Herbert dan Lisette Fortune dan numpang duduk di mejanya, mendadak, Abbygail Joce Blake tak sengaja menabrak meja mereka (mungkin saking ramainya) dan berakhir bergabung dengan mereka.
  • Setelah makan, keliling daerah Diagon Alley, eh malah baju Edwin ditarik-tarik oleh Lilian Eissenholmer dan bertanya melihat abangnya atau tidak. Lalu muncullah senior Allard Thompson, dikira om-om pedo, ternyata mau membantu mencari abangnya Lily dengan menggunakan mantra pembesar suara.
  • Toko pertama yang dikunjungi, Madam Malkin's Robes for All Occasion, memesan jubah dan dilayani senior Luke Avalanche.
  • Dari toko jubah, mulai kecapekan padahal baru satu toko, di seberang jalan Diagon Alley ada dua anak perempuan, Nachelle Hydrasmith dan Ophelia Lewis. Bahkan sempat juga ada kucing yang menerjang Edwin dan mengambil kacamatanya, untung saja kedua gadis itu menolongnya, dan kacamatanya pun selamat.
  • Bukannya melanjutkan membeli peralatan sekolah, malah berhenti di sebuah toko hewan dan bertemu Estrella Feinberg, sempat berbincang-bincang tentang puffskein.
  • Akhirnya sampai juga ke toko selanjutnya, Flourish & Blotts, memesan buku paket kelas satu dan dilayani senior Cassidy Alastair.

Fall

Winter

Spring

[1986-1987]Edit

Summer

  • Ayam

Fall

Winter

Spring

[1987-1988]Edit

Summer

  • Sebelum kembali ke London (tepatnya ke dunia muggle-nya), ia mengunjungi desa Hogsmeade sebentar dan bertemu Evanthe Ravensdale dan main sekalian latihan bersamanya.
  • Saat mau pulang ke London dengan menaiki kereta Hogwarts Express, ia yang bersama sohibnya malah salah masuk kompartemen yang telah ditempati duluan oleh Nachelle Hydrasmith dan sohibnya malah hilang, akhirnya satu kompartemen dengan Nachelle.
  • Beberapa hari di London (satu-tiga hari), pulang kampung ke Belanda selama seminggu lebih bersama keluarganya, dan di sela-sela itu, Edwin dan Bapaknya sempat-sempatnya mampir ke Indonesia (tepatnya di Palembang) untuk urusan bisnis, sekalian nyicip pempek, makanan khas sana.
  • Saat masih liburan di Belanda, Edwin dan sekeluarga sempat menonton pertandingan American Football Belanda.
  • Selesai liburan di Belanda, balik lagi ke London, rupanya salah satu sohibnya Adolph Heathrow malah mengunjungi rumahnya yang katanya tak jauh dari rumah tempat Bapaknya berkunjung, sekalian menginaplah dia. Kebetulan seharian penuh orang tua Edwin tidak ada di rumah.
  • Beberapa hari setelah itu, akhirnya Edwin balik lagi ke dunia sihir, dan menginap di Kuali Bocor, sekalian bagi-bagi makanan pempek panggang yang dibawanya dari Palembang, Indonesia sana. Yang mencoba Guiseppe L. Corronado, Nadia V. Steele, Naverius Hawkridge, Danny Rockwell, dan sohibnya Davin Ashland.
  • Hari kedua di Kuali Bocor, mencoba ke bagian tempat makannya, ternyata, ada anak laki-laki yang tertidur di sana (Foy Fortuin) dan ada pula gadis (Cyrena Justice) yang mendekat karena penasaran, sepertinya.
  • Setelah asik di Kuali Bocor, jalan-jalan ia mengelilingi area pertokoan Diagon Alley dan mencoba untuk mengisengi orang (Clarice Standerford) dengan jebakan batmannya dan di saat bersamaan malah muncul Adolph.
  • Kebetulan habis membeli buku paket kelas tiga, ia menemukan buku langka dengan judul yang tidak asing lagi 'Sedjarah Masa Lampoe', di saat itu, muncullah Jotham Fletcher dan berbincang banyak dengannya.
  • Sekalian mau curhat, maka ia ajak ketemuanlah sohibnya Davin Ashland di Toko Es Krim Florean Fortescue untuk menukar dan membagikan curahan hati masing-masing. Apalagi masalah ahem-aheman.
  • Untuk kedua kalinya ke toko es krim, kali ini mengajak Vivianne F. Eclair dan kawan-kawan lainnya (Azalea D. Eclair dan Davin Ashland) makan es krim bersama.

Fall

Winter

Spring

Physical DescriptionEdit

Perawakannya tegap dan cukup tinggi untuk anak yang sebaya dengannya, istilah lainnya, bongsor. Maka orang lain sering mengiranya sudah baligh, padahal belum. Rambut dan iris matanya sama-sama berwarna cokelat. Menggunakan kacamata sejak pindah ke London, dan seringnya memakai frame kacamata berwarna cokelat atau hitam. Biasanya mudah dikenali orang karena logat dalam bicaranya yang masih sering kecampur-campur dengan bahasa Belanda, Inggris, dan Indonesia, serta rambutnya yang sudah (atau mudah?) berantakan dari sananya, bukan dari bangun tidur. (...)

Personality and TraitsEdit

Edwin

Edwin masih 11 tahun

Sebenarnya Edwin adalah orang yang tidak suka merepotkan orang lain, karena ia pikir, dirinya sendiri pasti bisa. Pengecualian jika ada orang yang berbaik hati padanya, maka tak 'kan segan-segan ia akan menerimanya dengan senang hati, tentu bukan karena maksud tertentu (biasanya kalau maksud baik sih, tak apalah). Dulu, Edwin juga orangnya rada pemalas dan cuekan walau tidak cuek-cuek amat, ya, biasa saja. Namun berangsur-angsur semenjak masuk Hogwarts dan bertemu sohib juga bro-annya, sifat cueknya pun memudar dan malah jadi tukang rusuh dan berisik (kata orang, tapi Edwin sendiri tidak merasa begitu--tapi jika dipikir-pikir, memang iya). Sampai-sampai saat Pesta Awal Tahun di tahun pertamanya, ia melakukan hal-hal yang diluar kemauannya sendiri dengan ricuhnya. Waktu kelas satu memang sering dibully, namun ia tidak merasa bahwa itu adalah bully-an. (...) Dan kelemahan Edwin adalah, suka menganggap remeh suatu hal. Walau itu kadang mendatangkan mudarat atau kehokian bagi dirinya. Juga, sering timbul rasa iseng pada orang lain yang terkadang keisengannya itu berbalik padanya, walau ada juga yang berjalan mulus--tapi itu jarang sekali.

Magical Abilities and SkillsEdit

Mungkin kalau di luar kemampuan dalam menyihir, joget asoy adalah jagonya. Namun tidak disangka, TBA. (..........................)

RelationshipEdit

FamiliesEdit

Stijn SchuylerEdit

STIJN

Stijn Schuyler (Kotetsu T. Kaburagi © Tiger & Bunny)

Anak tunggal dari keluarga Schuyler sebelumnya. Ayah Edwin dan suami dari Rabhellia Cromwell. Lahir di Amsterdam, Belanda pada tanggal 17 April 1947. Rupanya, masih ada keturunan Indonesianya sedikit, walau hanya seperempat (dari Ayahnya dan neneknya blasteran Belanda-Indonesia). Semenjak selesai kuliah di jurusan ekonomi dan perdagangan di salah satu Universitas terkenal di Belanda, ia membuka usaha dengan menjual beranekaragaman alat-alat rumah tangga yang cukup lengkap, setelah berhasil dengan usahanya tersebut, ia menambah pasokan lagi dengan menjual aneka benda seperti mainan dan boneka, pernak-pernik, bahkan makanan, dan lain sebagainya. Jadilah ia seorang pengusaha yang sukses, punya banyak kenalan dari negara lain (apalagi di Indonesia), dan identik dengan gayanya yang nyetrik juga. Bertemu dengan Rabhellia saat Rabhellia dan adiknya (Natalie) berlibur ke Belanda dan berkunjung ke tempat usaha (toko)nya. Jatuh cinta pada pandangan pertamalah si Stijn pada Rabhellia, karena jago gombal, dan Stijn orangnya juga suka bercanda dan unik, kepincutlah Rabhellia dan bersedia dinikahi oleh Stijn dan tinggal di Belanda kemudian dikaruniai anak laki-laki (Edwin). Sayangnya, Stijn hanyalah muggle biasa dan bukan penyihir, namun sedikit demi sedikit tertarik juga mempelajari sihir dari istrinya. Sejak Edwin berumur 7 tahun, Stijn sudah mulai memakai kacamata jika dibutuhkan untuk membaca saja, untuk melakukan aktifitas lainnya, biasanya tidak.

Rabhellia Cromwell (Schuyler)Edit

Rabhellia

Rabhellia Cromwell (Tomoe Kaburagi © Tiger & Bunny)

Anak pertama dari dua bersaudara keluarga Cromwell. Memiliki adik perempuan bernama Natalie yang berbeda 10 tahun darinya. Ibunya Edwin dan istri dari Stijn Schuyler. Lahir di London, Inggris pada tanggal 14 Februari 1950. Rabhellia adalah penyihir kelahiran-muggle yang pernah bersekolah di Hogwarts dan mantan anak asrama Hufflepuff, tapi hal ini tidak diketahui oleh Edwin karena Rabhellia memang jarang (bahkan tidak pernah) menceritakan masa lalunya saat masa-masa bersekolah di Hogwarts dulu. Karena pikirnya, lebih baik Edwin mengetahui dari pengalaman-pengalamannya saja, rencananya setelah Edwin lulus mungkin akan diceritakan (haha). Menyukai Stijn karena cara bicara logat Belandanya sangat kental dan imagenya seolah pelawak hingga membuat Rabhellia jika berada di sisi Stijn selalu ingin tertawa dan tersenyum. Sangat bahagia saat mengandung dan Edwin lahir, namun saat sudah mulai beranjak besar (6 tahun ke atas), mulai-mulai kesal dan sering membuatnya marah karena tingkah laku Edwin yang nakalnya minta disunat. (...) Hingga akhirnya memutuskan untuk membatasi uang jajan Edwin biar kapok.

Lilac SchuylerEdit

Lilac

Lilac Schuyler (Kaede Kaburagi © Tiger & Bunny)

Adik (angkat)nya Edwin. Kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal. Sebelum diadopsi Ibunya Edwin, Lilac dirawat dan dibesarkan oleh Natalie (adik Rabhellia) yang sudah ia anggap seperti keponakannya sendiri. Begitu Rabhellia main ke tempat tinggalnya Natalie yang masih dalam satu kota dan sudah tidak lama bertemu juga--pada musim panas 1987, kebetulan Ibunya Edwin ingin sekali mempunyai anak perempuan tapi belum kesampaian juga, dan Lilac juga senang-senang saja (dan katanya Lilac, Rabhellia mirip dengan Ibu kandungnya padahal melihatpun belum), maka dari saat itulah Rabhellia mengangkat Lilac sebagai anaknya sendiri, anak kedua sekaligus adiknya Edwin.


FriendsEdit

Davin AshlandEdit

Kawan sohib dan broannya yang seasrama dan sekamar yang dimana ada Edwin, di situ ada Davin. Nama panggilan dari Edwin untuknya adalah Dapin, Pipin, bruPin, Pinkeh, Pinku. Orang inilah yang membuat sifat cuek Edwin pudar dan malah jadi berisik dan tukang ribut, juga menimbulkan rasa perdulinya Edwin pada teman. Salah satu orang yang ikutan mendukung dan memprovokasi Edwin joget asoy saat Pesta Awal Tahun di tahun pertamanya (makanya ikutan kena detensi waktu itu). Mungkin kalau tidak ada dia, hidup Edwin bakalan hampa dan tak ada tujuan hidup. (...)

Frederic CorvusEdit

Salah satu senior yang ia panggil nama doang sekaligus juga broannya yang satu asrama, nama panggilan dari Edwin untuknya adalah Pred dan bruPred. Ini orang jugalah yang membuat sifat cuek Edwin pudar karena saat itu tak sengaja bertemu dengannya di jalanan Diagon Alley saat orang itu melempar tongkatnya dan tak sengaja mengenai kepala Edwin. Dari situlah mereka ngobrol dari segala macam usaha, bisnis, dagang, lalu ke tongkat seken, dan kacang goreng--merekapun jadi akrab dan dekat. Salah satu orang yang memprovokasi Edwin joget asoy juga, nih. Makanya bertiga (bersama Davin) kena detensi oleh senior Al. Bahkan bruPred (dengan Davin) sempat mengerjai Edwin segala macam saat kelas satu.

Kraez DefagskhiejlEdit

Salah satu senior selain bruPred yang ia panggil nama saja (karena Edwin sering lupa kalau Kaz itu seniornya karena lebih tinggilah Edwin ketimbang Kaz, jadi sering dianggapnya seumuran). Entah orang itu menganggapnya Edwin sohib maupun broannya atau tidak, namun Edwin sendiri (tanpa sadar) sudah menganggapnya kawan sohib yang diperkenalkan bruPred karena mereka berdua memang dekatnya macam Edwin sama Davin. Nama panggilan dari Edwin untuknya adalah bruKaz. Sebenarnya bukan termasuk provokator joget asoy-nya Edwin, namun orang itu kelewat mendukung Edwin buat joget asoy walaupun tidak kena detensi. (...) Ya, intinya yang namanya Kaz itu orangnya asik-asik saja walaupun rada aneh tiap ketemu Edwin.

TriviaEdit

  • Paling malas menyebutkan nama marganya ke orang lain, terutama yang bukan orang Belanda (karena bakalan susah dilafalin), akhirnya ia pun dikenal dengan nama depannya maupun nama panggilannya saja, Edwin atau Wiwin.
  • Hobi diajak bapaknya jalan-jalan (keluar kota maupun keluar negeri), sekalian berbisnis juga liburan bersenang-senang. Apalagi ke Indonesia.
  • Pertama kali ke Indonesia, saat dirinya masih TK nol besar selama empat hari. Waktu itu tinggal di rumah temannya bapak yang orang muslim. Tentu saja urusan bisnis.
  • Kota di Indonesia yang pernah dikunjunginya; Jakarta (sering) dan Palembang (baru musim panas '87).
  • Beranekaragam nama panggilan yang diberikan kawan-kawannya; Wiwin, Winwin, Eddie, Windeh, Alduin, Winnie, Wingko, Windy, Wince/Wincey, Winpy, Wingky, Duinduin. (...)
  • Katanya kakak pemagang sih, tongkat sihir Rowannya terbaik buat duel, kuat, dan bagus untuk Transfigurasi dan Mantra.
  • Tinggi sebelumnya; 151 cm (kelas satu) dan 156 cm (kelas dua).
  • Berat sebelumnya; 47 kg (kelas satu) dan 48 kg (kelas dua).
  • Tidak membenci membaca buku, melainkan malas, buka buku tipis saja sulit apalagi yang tebal-tebal. Jika dipaksa atau disuruh (atau ada yang menarik perhatiannya--tapi jarang-jarang), lain cerita.

Link ThreadEdit

1985-1986

1986-1987

  • sip

1987-1988